Tak bisa dipungkiri, Nike CTR 360 adalah fenomena di pasar sepatu sepakbola. Keberanian Nike menciptakan segmen baru, control boots, tanpa disangka ternyata membuahkan hasil yang manis. CTR 360 menjadi penguasa tunggal di segmen control boots. Selain desainnya yang dirancang untuk membantu pemain dalam mengontrol dan mengumpan bola, kelebihan CTR 360 seperti yang kita ketahui juga terdapat pada material upper-nya yang terbuat dari bahan sintetik Kanga-Lite. Kanga-Lite disebut Nike memiliki tekstur dan ketebalan yang menyerupai kulit kanguru, bahan terbaik untuk sepatu sepakbola kompetitif, namun terbuat dari bahan sintetik yang tahan air dan tahan lama.

Kesuksesan Nike ini tentu membuat Adidas gerah. Namun Adidas tidak serta-merta menciptakan sepatu bertipe control boots. Langkah yang dilakukan Adidas justru lebih radikal lagi: merevolusi Predator untuk bertarung di dua segmen sekaligus. Ya, Adidas mendesain ulang Predator dengan menyertakan teknologi 5 Lethal Zones yang diklaim memudahkan pemain dalam menembak, menggiring bola, mengumpan, dan mengontrol bola. Dengan keunggulan tersebut Predator terbaru yang dinamai Predator LZ tersebut seolah menjadi penantang bagi Nike Laser IV di segmen power boots sekaligus penantang CTR 360 di segmen control boots.

Bukan hanya fitur, untuk material upper pun Adidas menciptakan HybridTouch, bahan sintetik yang diklaim memiliki touch feel seperti bahan kulit. Persis seperti yang dilakukan Nike dengan Kanga-Lite pada CTR 360. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa Predator LZ memang disiapkan untuk mengisi segmen power boots dan control boots sekaligus.

Last, akankah Predator LZ mampu membawa Adidas mengungguli Nike di segmen power boots sekaligus control boots? Menurut Anda?
Image courtesy Soccer Bible
Advertorial
Ad Vius Z, Aksi Tanpa Batas!

ajib n mantaf
Sip, hatur nuhun aa parantos sumping ka blog abdi
Keren…
http://gombongmotorcommunity.com/